ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA CERTAINTY FACTOR DAN ALGORITMA NAIVE BAYES DALAM MENDIAGNOSA PENYAKIT KATARAK

Rulisman Rulisman(1), yuza Reswan(2),


(1) Universitas Muhammadiyah Bengkulu
(2) Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Corresponding Author

Abstract


Mendiagnosa penyakit katarak bukanlah hal yang mudah bagi masyarakat terutama yang minim pengetahuan tentang teknologi dan gejala katarak. Untuk mendiagnosa suatu penyakit dibutuhkan variabel berupa gejala-gejala dari penyakit yang mempunyai nilai yang tidak pasti, maka dari itu dibutuhkan metode ketidakpastian untuk mendiagnosa suatu penyakit. Metode Certainty Factor merupakan suatu metode untuk membuktikan ketidakpastian pemikiran seorang pakar, gejala-gejala yang mempunyai ketidakpastian dapat digunakan pada metode ini untuk mendiagnosa penyakit katarak. Metode Naïve Bayes merupakan salah satu metode ketidakpastian yang cocok untuk diterapkan dalam permasalahan pengklasifikasian jenis-jenis gejala penyakit katarak. Dari hasil pengujian, terdapat perbedaan nilai persentase hasil diagnosa penyakit katarak dari kedua metode ini. Hasil diagnosa penyakit menggunakan metode metode Certainty Factor diperoleh nilai akurasi sebesar 80%. sedangkan Naïve Bayes diperoleh nilai akurasi sebesar 68%, Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Certainty Factor lebih baik dalam mendiagnosa penyakit katarak dibandingkan metode Naïve Bayes.

Kata Kunci: Certainty Factor, Naïve Bayes, and Cataract Disease


References


E. Ongko, “Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pada Mata,” J. TIMES, vol. 2, no. 2, pp. 10–17, Jul. 2013, Accessed: Sep. 03, 2022. [Online]. Available: https://ejournal.stmik-time.ac.id/index.php/jurnalTIMES/article/view/5.

W. Purba, S. Aisyah, and S. P. Tamba, “PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT MATA KATARAK MENGGUNAKAN KONSEP METODE RUNUT MUNDUR,” J. Sist. Inf. dan Ilmu Komput. Prima(JUSIKOM PRIMA), vol. 1, no. 1, Sep. 2017, Accessed: Sep. 03, 2022. [Online]. Available: http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/JUSIKOM/article/view/22.

S. Ilyas, “Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata,” Perpustakaan Universitas Indonesia, 2013. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Sidarta+Ilyas%2C”Kedaruratan+Dalam+Ilmu+Penyakit+Mata”&btnG= (accessed Sep. 03, 2022).

Sidarta, “Penuntun Ilmu Penyakit Mata Edisi Keempat,” Perpustakaan Universitas Indonesia, 2016. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Sidarta+Ilyas%2C”Penuntun+Ilmu+Penyakit+Mata”&btnG= (accessed Sep. 03, 2022).

R. G. Rafsanjani, “Diagnosis Penyakit Hati Menggunakan Metode Naive Bayes Dan Certainty Factor,” Feb. 2018.

B. F. P. Ammal, “Implementasi Metode Naïve Bayes – Certainty FactorUntuk Diagnosis Penyakit Pada Kelamin Laki-Laki,” 2018.

R. S. Pressman, Software Quality Engineering: A Practitioner’s Approach, vol. 9781118592. United States, 2014.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 23 times
PDF Download : 14 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.